Rabu, 26 Maret 2014

gatau

Hobi banget typo, salah kirim sms, tidur sembarangan, ketawa tanpa sebab yang lucu, nangisan, homesick

Semua itu harus dirubah ya keey ! semangat perubahan :D

Be positive! Be creative! Be smart! Gbu

menangis karena ditilang?

Hai blogeriaaaa....

Lama juga ya aku nggak update hehe

Oya, aku mau crita. Tapi singkat aja. Eh ga jadi singkat ding!

Selasa, 25 maret 2014
Jadi, sesuai dengan judulnya aku mengangis karena ditilang. Ya, sungguh amat memalukan memang.
Kejadian itu terjadi hari Selasa siang. Aku dan temanku medi (anak kalimantan barat) pergi membeli helm. Medi menemani aku membeli helm di Kotabaru. Kenapa beli helm, key? karena helmku hilang meen
Hilang dimana key? di gelanggang reek. Kok bisya? hih! kebanyakan tanya nih (hehe bercanda reek) hilangnya itu di gelanggang, sweety. Itu dicuri lho :')
Aku sih nggak nangis saat kehilangan helm, cuma kayak orang kehilangan pita suara aja. Diam seribu bahasa. Bingung antara nangis, lucu, dan mangkel. Tapi yaudahlah mungkin orang yang mencuri itu lagi butuh uang banget :'') mungkin itu uang buat ngasih makan anak istrinya, atau mungkin buat berobat keluarganya.
Berarti di jogja, selama aku kuliah disini, aku kehilangan:
1. HP Samsung s3 mini (baru 2 minggu dibeli)
2. Dompet (isi uang 1 juta lebih)
3. helm ink ungu

Oke, sekarang mau apa lagi yang hilang? yang dicuri? hehe semangat keziaa! :D

Oya, kembali ke topik ya! Nah, setelah membeli helm di kotabaru, Medi minta ditemani ke gramedia buat beli kalkulator. Nah, dasar aku ini nyetir masih belum kuat, dan si medi juga gatau tentang marka jalan (cocok kan kami ini -_-) Alhasil, saat belokan pertama setelah lampu lalu lintas, medi asal nyuruh belok, dan cerobohnya aku percaya begitu saja tanpa ngelihat marka dilarang belok. Kebetulan ada bapak-bapak polisi lagi lewat karena dia lagi patroli. Nah, si bapak ngeliat aku ngelanggar, dia dengan sangarnya menyuruh aku berhenti dan meminta STNK,SIM dan KTP. Anehnya kok pakai KTP ? --
Si bapak langsung membawa semua itu ke pos polisi dekat situ. Nah, dijalan aku sudah ketakutan setengah mati. Secara itu pengalaman pertamaku ditilang. Aku cuma diem dan bilang "medii, aku takut. Pak polisinya jahat. Serem juga. Bapaknya kasar. Gimana ini med? kezia takuuut" . Medi bilang " Tenang key. Kamu jangan panik hee. Pokoknya kamu jawab yang sebenarnya, bilang juga kita maba dari luar kota, nggak pernah lewat jalan disitu, udaah kamu jangan ketakutan gitu".

Sesampainya di pos polisi

Si bapak berkumis yang serem itu memberi semua surat2ku ke temannya yang ada di pos. Begitu kami  masuk, ayo tebak apa yang aku lakukan?!
aku duduk trus copot helm, begitu juga dengan medi. Bapak itu menerangkan kesalahan kami. Si bapak mulai kepo tentang aku ini kuliah dimana, jurusan apa, tinggal dimnaa, dll. Begitu juga dengan medi. Gatau kenapa saat bapak itu menerangkan konsekuensi yang harus ditanggung itu super mengagetkan.. aku hanya bisa menunduk dan menangis terisak-isak. Mata ini rasanya gamau berhenti ngeluarin air mata. Aku sms papah karena gatau harus ngapain, dan akhirnya papah telfon. Ujung-ujungnya papah nggak paham apa yang aku bicarakan karena aku bicara sambil menangis. Papah nyuruh aku memberi telfonku ke bapak polisi. Jadi, malah bapak polisi yang bicara dengan papah.
Medi selalu menepuk bahuku sambil berkata "sudah key..kamu jangan nangis. Berhenti hee nangismu. Ngapain kamu nangis? kita kan nggak diapa-apain. Sudah keey jangan nangiiis."
walah, setelah medi bilang seperti itu malah membuta tangisanku semakin hebat. Yang berunding hanya medi dan bapak polisi. Aku hanya menangis dan terdiam. Diujung perundingan, kami menemukan kesepakatan. dan hari itu juga terselesaikan. Bapak polisi berkata "sudaah jangan nangis,dek. Sudah kuliah kok nangisan? dilap dulu itu air matanya di pipi, baru boleh pulang. Kalau nggak, ntar dikira kamu diapa-apain polisi. Senyum dulu, dek baru boleh pulang. Ayo! senyum dulu jangan nagis lagi. Lain kali hati-hati ya"

Taraaaa! saat pulang di perjalanan, aku melihat kaca spion. Ya ampun, mataku bendol meen. Kaosku lumayan basah dibagian depan karena air mata. Bener-bener malu-maluin kalau diinget-inget. Gara-gara itu seenaknya aja si bapak bilang ke medi "oh berarti adik kezia ini orangnya sensitif. Padahal teman saya tadi itu memang gaya bicaranya seperti itu. Dia orang luar pulau..orang Sumatra. Jadi memang nada bicaranya tinggi"

pesan medi ke kezia itu " kalau menghadapi masalah jangan nangis duluan key. Tenang dulu key. jangan takut. Trus jangan takut sama polisi, mereka kan nggak ngapa-ngapain kita"

Tapi, nggak enaknya uangnya ngak masuk kas negara tapi masuk ke kantong bapak polisi itu -_-
Oke, pak. Makasih ya sudah ambil uang kezia. Semoga bapak sekeluarga diberkati. amin :")

Welcome

Having fun and enjoy in this cute site :)